Peran Unisa dan masyarakat dalam mengurangi limbah di sungai
Peran Unisa dan masyarakat dalam mengurangi limbah di
sungai
Permasalahan sampah masih menjadi
polemik dunia hingga saat ini. Salah satu negara yang merasakan masalahnya
adalah negara Indonesia. Bahkan Indonesia menempati urutan keempat sebagai
negara penghasil sampah organik terbesar di dunia. Sampah organik yang ada
mayoritas dihasilkan dari limbah rumah tangga yang berasal dari tumbuhan,
hewan, sisa makanan, sisa minuman, kertas, ranting, kayu yang dapat terurai
alami oleh alam. Jumlah dan jenis limbah rumah tangga bertambah seiring dengan
bertambahnya jumlah penduduk. Sedangkan pengelolaan sampah di Indonesia masih
belum terlalu baik dalam mengatasi persoalan tersebut. Terbukti dengan produksi
sampah yang mencapai 67,8 juta ton tiap tahunnya. Sampah organik masih menjadi
jenis sampah di Indonesia yang terbesar yaitu 60%, disusul sampah plastik 14%.
Padahal berbagai TPA di wilayah Indonesia sudah penuh, seperti TPA Bantar
Gebang (Bekasi), TPA Piyungan (Yogyakarta), TPA Sarimukti (Bandung), TPA Terjun
(Medan), dan TPA Suwung (Denpasar). Dampak yang dihasilkan dari limbah rumah
tangga dapat mengancam kelangsungan hidup manusia. Hal ini dapat menyebabkan
peningkatan gas rumah kaca, dan juga menyebabkan semakin sedikitnya
ketersediaan air bersih. Gas metana yang dihasilkan dapat meningkatkan
produksi gas rumah kaca yang jauh lebih berbahaya dari CO2 dan
klorofluorokarbon (CFC).
Oleh karena itu, saat mempunyai
sampah organik alangkah baiknya untuk mengolahnya dengan sistem pengelolaan
yang efektif. Beberapa cara pengolahan sampah organik yaitu dengan membuat
pengomposan yang dapat digunakan sebagai pupuk alami, vermikomposting (menggunakan
cacing untuk mengurai sampah organik agar menjadi kompos berkualitas tinggi),
pembuatan biogas melalui proses anaerobik yang dapat digunakan sebagai sumber
energi alternatif untuk pemanasan, memasak, atau pembangkit listrik, dan juga
pemanfaatan sampah organik dedaunan sebagai pakan ternak misalnya sapi dan juga
kambing. Dengan memanfaatkan pengelolaan seperti ini, tidak hanya mengurangi
jumlah sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga
membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menyediakan berbagai
manfaat ekonomi. Sedangkan beberapa cara dapat dilakukan untuk membantu
mengurangi limbah organik salah satunya dengan melakukan Eco enzyme seperti
yang dilakukan oleh pihak Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Eco enzym adalah
cairan yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik seperti ampas buah dan
sayuran, gula, dan air. Beberapa manfaat eco enzym yaitu berguna untuk
pertanian (sebagai filter udara), herbisida dan pestisida alami, filter air,
pupuk alami untuk tanaman, dan dapat menurunkan efek rumah kaca. Dengan
peluncuran eco enzyme, UNISA Yogyakarta turut berkontribusi dalam mengurangi
timbunan sampah organik dan menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini
merupakan bentuk komitmen UNISA untuk berperan aktif dalam menjaga
lingkungan.
Persoalan sampah sudah menjadi
hal sangat umum yang sering kita jumpai. Menjaga lingkungan agar tetap bersih
dan jauh dari permasalahan sampah adalah tugas semua orang. Contohnya dengan
melakukan kampanya pengurangan limbah, menjadi teladan bagi orang orang di
sekitar agar menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan, merencanakan dan
menyosialisasikan sistem pengelolaan sampah untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah serta bahaya yang
ditimbulkan, mendukung bank sampah dengan menggunakan metode terbaru dalam
pengolahan sampah (teknologi daur ulang canggih), sistem pengolahan sampah
berbasis energi, dan teknologi lainnya yang efisien. Maka dengan cara tersebut,
sebagai anak muda sepatutnya kita menjadi penggerak untuk melakukan kampanye
kebersihan lingkungan untuk menciptakan suasana dan kondisi yang sehat serta
mengurangi kondisi bumi yang sudah semakin buruk.
Komentar
Posting Komentar